visitor stats
Shoutbox
menshorthair: LUCU JUGA MONYETNYA
bubba: kemana aja oom? koq ga pernah diapdet lagi sih?
sarah: ah jarang ngeblog lage neh? abis kena bom yah coy?
Juwie: Monyet seksi jd dianggurin nich..
Juwie: oo.. Pantesan aja.. gi ngoprek FJBex nya toh.. moga makin sukse d..
ZeAL: lg ada proyekan..
Juwie: Caq, kok skrg update nya cm sbulan skali, gi da proyek baru kah atow msh disiksa???
9oliwet: gada update ya...*sigh* pulang lage...
sarah: tapi gak tau juga klo beneran menghalau stress atau malah jadi pemicunya...wkwkwk..canda, kapan nih bikin topik baru, topik Manohara-Fakhry juga ok tuh mas nyet caem..(nah udah dipuji tuh...entar bayar yah...heheh) bubay
sarah: lama ya gak jumpa di blog ini, mudah2an msh ingt ma gw hahahh...gw promosiin nih blog di buletin TAGGED gw, sbg penangkal stress
poztmow: jjs (jalan-jalan subuh)..... narsis abis....... tapi hebat..... Kenali Negeri mu, Cintai Negeri mu
bejo: itu berarti blom keload sempurna web nya.. seharusnya ada latar belakang image coklat, jadi tulisannya keliatan jelas..
9oliwet: mampir lagi setelah sekian lama...ko jadi gak kebaca ya om..backgroundna burem aku harus blog dlu tulisanna baru bisa baca..kenapa begitu?
ass: permisi, numpang pipis... he...he... piss....
sino: nice blog pak
Garmin: hehe.. lam kenal
Zebhi: Om-nya ini yg punya Fjbex ya???
nay: hehm..... om monyet pinter ya...
macancerdas: sakit :)) tapi agak bingung jg ya baca blog lo...bisa nyasar aja gitu gue
Zebhi: Hehee. Monyetnya pinter juga tuch. Dpt dr mana Kang??? Blh disewa gak buat naikin traffic?? :D
Go to page: 1 » 2 » 3 » 4 » 5 » 6 » 7 » 8 » 9 » 10 » 11 » 12 » 13 » 14 » 15 » 16 » 17 » 18 » 19 » 20 » 21 » 22 » 23 » 24







Monyet Pinter

Monyet tapi pinter... Pinter tapi monyet...

Lagi Serius: Cinta, Hacker dan UAN
Kali ini gue mo nulis sesuatu yang serius.. Ehm... Ehm..

Kepada Direksi Telkom dan Diginet, yang saya benci-tapi-rindu.
Kepada Direksi Dept. PU, yang saya tunggu SHU-nya.
Kepada Teman-teman Dept. PU, yang sebagian saya suka dan sisanya saya gak perduli.
Kepada Teman-teman Seperjuangan-tak-Sepenanggungan terutama dibidang IT, yang saya banggakan.
Kepada Beibeh yang saya hormati, banggakan dan kasihi.

Selamat pagi/siang/sore/malam/subuh.

Ijinkanlah saya untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan YME karena berkat rahmat-Nya-lah kita dapat berkumpul disini membaca blog saya yang "gak- penting- dan- norak- tapi- sampeyan- masih- tetep- mau- baca- soalnya- lagi- gak- ada- kerjaan- atau- memang- fans- hasil- karya- saya".

Kali ini saya akan mengangkat 3 topik utama, yaitu; Cinta, Hacker dan UAN. Saya menyadari bahwa tema kali ini termasuk berat dan serius. Dan saya harapkan anda dapat tetap bersama saya sampai blog saya ini selesai dibaca. Jika anda merasa ngantuk, saya punya tips untuk menghilangkannya. Lepas semua alas kaki anda (sepatu/sandal/kaus kaki) dan harus menyentuh lantai. Jika sudah, julurkan lidah anda dan tempelkan ke casing PC anda yang terbuat dari besi. Dijamin mata anda akan melek setelah melakukannya. Hanya saja mungkin akan muncul efek samping seperti keluar busa dari mulut anda dan otot akan sedikit kejang.

Kita kembali ke topik.

Didalam hidup ini, kata "Cinta" sering menjadi pertanyaan:
"Apakah itu cinta?"
atau..
"Adakah cinta sejati?"
mungkin..
"Inikah rasanya jatuh cinta?"
bahkan..
"Ada apa dengan cinta?"

Dari hasil penelusuran ilmiah saya bersama tim investigasi dari buser, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa :

Cinta adalah sebuah produk dari akumulasi harapan yang muncul dari pikiran dan terjaga oleh sikap/perilaku yang mendukung pikiran tersebut.

Harapan dan sikap akan sangat menentukan kearah mana "cinta" akan berlanjut. Namun terkadang, harapan yang tinggi atau sikap yang berlebihan dalam menjaga "cinta" dapat memberikan efek samping yang kurang sedap jika realitas tidak dapat sejalan.

Pernah dengar tentang seorang yg gantung diri karena diputusin pacarnya?
Pernah dengar tentang psycho/stalker yang sering menggangu calon- pacar- yang- tidak- akan- pernah- diterima?
Itu adalah contoh efek samping bila harapan dan sikap tidak dapat dikendalikan.

Apa yang bisa mengendalikan "cinta" agar bisa berjalan beriringan dengan "realita"?
Jawabnya adalah: "Akal Sehat".

"Akal sehat" atau yang saya lebih suka sebut sebagai "logika", pegang peranan penting dalam kehidupan sebagai manusia, termasuk didalamnya urusan "Cinta".

Bayangkan "Perasaan" sebagai sebuah titik besar yang ada ditengah, berwarna merah menyala penuh dengan gelora dan hasrat. Lalu bayangkan "Logika" sebagai lingkaran yang mengelilingi titik "perasaan" tersebut dengan warna hitam, sesuatu yang kuat yang mampu menjaga titik "perasaan" berkembang terlalu besar.

Cinta tidak perlu dibunuh.. Cinta itu sesuatu yang alami dan indah.. Cinta adalah salah satu kreasi Tuhan yang indah.. Yang penting adalah bagimana kita me-manage cinta tersebut dan diramu dengan logika agar sejalan dengan realita.

Satu hal yang saya tidak mengerti adalah penggunaan istilah "Cinta Monyet".
Ada apa dengan monyet?
Apakah monyet tidak memiliki cinta?
Apa salah si monyet sampai dijadikan bahan istilah?
Bagi anda yang merasa monyet, silahkan maju kedepan...!!!

Ehm.. Kita sekarang berlanjut ke topik berikutnya, yaitu "Hacker".
Bagi anda yang belum mengenal istilah "Hacker", dapat membacanya di wiki!

Sekitar 1 minggu yang lalu ada seseorang yang mengirim message ke saya, menanyakan saya hal-hal gak penting dan menggunakan bahasa inggris yang pas-pasan kalo gak mau dibilang jelek. Dia bertanya apakah saya mendukung sekolah. Dia juga bertanya mengapa saya membuat unofficial website untuk sekolah. Saya jawab dengan asal-asalan melihat pertanyaannya yang asal-asalan itu.

Akhirnya sampai ke tujuan utama dia, yaitu memproklamirkan dia dari goup lintah dan anti dengan segala sesuatu dengan sekolah. Dan dia akan men-deface web saya. Saya bilang dengan santai; "terserah!"

Saya respect dengan "white-collar hacker" yang mencari kelemahan sistem dan menginformasikan ke admin tanpa memanfaatkan celah tersebut. Tapi si idiot ini berusaha men-take-down tanpa alasan yang bagus. Dan saya sama sekali tidak respect dengan attitude nya yang serasa bener sendiri. What an A$$..!!
Jika secara skill dia emang hacker yang bisa di pertanggung jawabkan, tapi secara attitude, saya serasa ngomong dengan "script kiddie". Sok banget!

Saya tau dan sadar bahwa sistem saya tidak akan pernah 100% aman. Tapi gayanya itu loh yang gak nahan; nyebelin! So, kalo si idiot itu membaca blog ini: "watch ur language, b!tch!". Btw, sampai blog ini ditulis, web saya masih normal dan aman.

Baiklah, kita berlanjut ke topik selanjutnya yaitu UAN.

Kenapa saya mengangkat tema ini? Pertama karena saya memiliki adik yang akan segera mengikuti UAN. Dan kedua karena saya melihat ada yang salah dengan sistem pendidikan di Indonesia, salah satunya UAN.

Maka biarkan saya mengucapkan sepatah-dua-patah kata makian untuk Departemen Pendidikan. Apakah saya percaya dengan Ebtanas atau UAN atau sejenisnya? TIDAK! Mengapa? Karena 2 jam ujian tidak akan mencerminkan 3 tahun ilmu saya. Banyak yang berpengaruh pada 2 jam tersebut.
Bisa saja saya sakit pada hari itu sehingga saya tidak bisa konsentrasi.
Bisa saja ada pekerjaan konstruksi yang berisik di luar kelas, sehingga menggangu konsentrasi.
Bisa saja ada masalah dengan orang rumah, sehingga menggangu konsentrasi.
Dan banyak alasan lainnya..
Intinya adalah : Jangan hakimi dan menilai seseorang hanya dari 2 jam dibanding 3 tahun. Banyak yang cita-citanya hancur hanya karena tidak lulus dalam "2 jam penghakiman".

Saya dengar tahun ini batas minimum untuk UAN akan dinaikan. Cukup konyol, mengingat tahun lalu banyak sekali masalah yang terjadi. Bahkan si pak mentri mengucapkan komentar yang sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang terdidik waktu ditanya tanggapannya mengenai banyaknya murid yang tidak lulus, termasuk juara olimpiade fisika. Kira2 tanggapannya secara kasar saya terjemahkan; "bodo amat, mang gue pikirin! dia nya aja yang bego..!!"
Si bapak tidak mempertimbangkan faktor external (selain soal ujian) yang sangat menentukan hasil sebuah ujian.

Untuk saya pribadi, syarat kelulusan seharusnya dapat mewakili 3 tahun menuntut ilmu. Yaitu ambil nilai raport dari kelas 1 smester 1 hingga kelas 3 semester 6. Buat rumus dari variabel tersebut sehingga dapat mewakili apakah dari 3 tahun tersebut, si anak memperoleh pendidikan yang cukup atau tidak.

Ingat, pendidikan bukan hanya sebuah angka...
Pendidikan seharusnya adalah sebuah proses untuk mengembangkan wawasan dalam bidang apapun dan mengajarkan bagimana menjadi manusia seutuhnya yang mampu hidup dan berinterkasi di masyarakat dengan sempurna.

Demikian sambutan dari saya pada minggu ini. Semoga dapat diambil hikmahnya.

Sekaligus saya mohon doa dari bapak dan ibu sekalian agar adik saya yang tercinta dapat menyelesaikan sekolah pada tahun ini dengan sempurna tanpa hambatan apapun.

Tak lupa ucapan maaf disampaikan untuk "Ma Beibeh" karena kemaren tidak dapat menemanimu ngidam makan "pizza hut". Mudah2an ini kesalahanku yang pertama dan terakhir...

Kalau ada jarum yang patah, jangan simpan di dalam peti.
Kalau ada kata yang salah, jangan dibawa mati.
(Gue tau kalo pribahasanya salah, emang sengaja kok.. yeeee..)

Sekian dan terimakasih,
Atas nama bangsa Indonesia

Wicak Hardhikaputra, ST

item rate
Total Votes: 3 - Rating: 4.00

Please rate this item:

    Add to Technorati Favorites

Previous Posts

Be Notified On New Comment

Subscribe for updates
Click here to manage subscription

Comments

Nita Permata wrote:

Setuju kalo soal yang si bapak menteri pendidikan ternyata tolol...

Hehehe, adik gw juga mau UAN euy... Kita saling berdoa lah...

ZeAL wrote:

Sip.... Berdoa... Mulai...
....

....


....

Selesai..

Arek Suroboyo wrote:

Wah anda ini terlalu mendalam soal cinta, coba kalau monyet tak punya cinta, jadi punah dong sejak purbakala...
Nah ini juga anda terlalu takut atau khawatir jangan-jangan adiknya tidak lulus UAN ya?
Kita harus ingat bahwa belajar selama 3 thn bukan untuk 2 jam ujian, 'its about our life, your study is for your life " 2 jam itu cuman akreditasi doang, anda paham hidup anda atau tidak...
bagi saya tambah aja UAN itu jadi 6 pelajaran atau bahkan lebih, klu bisa ditambah dengan keterampilan ber-jualan, agar kalau lulus tak hanya nyari kerja saja (macam saya ni..)bisa untuk bikin kerja.
Dont worry klu banyak pelajar yang stress, krn gak lulus, mereka harus bisa menghadapi kehidupan dan realita,
jangan spt generasi sinetron kita sekarang,
cengeng dan lembek....

Arek Suroboyo

[ZeAL] wrote:

ehm.. and i quote; "2 jam itu cuman akreditasi doang"..
Ya memang cuma akreditasi doang, tapi kalo akreditasinya gagal sama saja membatasi ruang lingkup cita-cita..

Mau jadi tukang insinyur, kan kudu lulus sma/sederajat dulu.. ya kan? "cuma Akreditasi" tersebut ternyata berpengaruh dalam hidup atau jalan yang mau ditempuh..

Jelas saya takut adek saya gak lulus UAN, sebab saya tau kemampuan dan minatnya.. Manusia kan punya beragam maksud dan tujuan.. UAN menyamaratakan semua.. Pendidikan seharusnya mengarahkan dan bukan membelenggu.. Si Amir jago fisika tapi lemah di bahasa inggris, seharusnya pendidikan mengarahkan dan mengembangkan minat dan bakatnya.. misalnya jadi ahli nulir atau fisika quantum dan bukannya malah memupuskan cita2nya dengan tidak berangkat ke LN setelah memperoleh beasiswa, cuma karena nilai bahasanya dibawah rata2...
Atau misal si Budi jago dalam bermain piano, seharusnya pendidikan mengarahkan minat dan bakatnya menjadi pianis.. Misal dengan mencarikan beasiswa ke skolah musik diluar.. Toh jika dia sukses, nama Indonesia yang akan terangkat..

Pendidikan itu investasi jangka panjang.. Jangan harap akan BEP dalam waktu dekat...



Saya setuju sekali untuk masalah pengembangan skill, tapi saya kurang setuju jika diuji hanya melalui UAN.. Terlalu banyak variabel yang berpengaruh..

Bahkan kalo perlu gak cuma pengembangan skill teknis, tapi juga skill psikologis... Bagaimana bersikap di depan bos.. Bagaimana bersikap di depan teman.. Bagaimana bersikap dalam bekerja.. Bagaimana etos kerja yang baik.. Itu kan gak diajarin di sekolah..
Orang yang pinter secara akademis, belum tentu bisa bekerja maksimal di dunia kerja nyata..



PS: Kalo anda masih belum dapet kerja, mudah2an cepet dapet kerja. Ikut kursus untuk menambah skill tentu sangat membantu.. Sekedar saran aja.. hehe..

PS2: Diluar cengeng dan lembek, saya setuju kalo sinetron sebaiknya dihapus sebagai acara TV..

PS3: Adek saya lulus UAN... terimakasih..

alien wrote:

Ngomongin sekolah, Jadi Inget kisah tentang sarjana UI,
ada lulusan UI dengan IPK sangat memuaskan, 2 tahun setelah lulus kuliah dia depresi karena ratusan lamaran yang di kirimnya ga ada yg lolos.. namun di tengah depresinya, sarjana s1 ini mendapat panggilan kerja di Kebon Binatang Ragunan jadi monyet.. karena monyet asli yang biasa di pakai untuk pertunjukan mati usia tua jadi pengelola kebon binatang itu memutuskan sementara waktu memakai orang yang mau berkostum monyet agar pertunjukan tetap berjalan.. karena merasa sulit mendapatkan pekerjaan, tawaran jadi monyet ini pun di terima oleh alumni UI ini..
singkat cerita di tengah pertunjukan atraksi monyet, waktu naik ke pohon si sarjana monyet ini jatoh ke kandang macan yang lokasinya bersebelahan dengan kandang monyet. sewaktu sadar dalam bahaya, sarjana monyet ini berdoa, dalam keadaan ketakutan sarjana ini mengenang nasipnya yang sekolah 6 tahun di sd, 3 tahun di smp, 3 tahun di sma, 4 tahun ngambil s1 di universitas UI sampai akhirnya jadi monyet dan mati di makan singa sambil berharap masuk sorga..
monyet ini makin khusuk berdoa ketika di lihatnya si singa yang mulai mendekat..sewaktu singa ini mumbuka mulutnya siap menerkam, si monyet mendengar bisikan..
Tenang aja Bro, saya bukan singa asli ini gw parto alumni UGM..
~_~

dest wrote:

tragis, histeris n lucu nyet

Lilia wrote:

kunjungi http://xxxxxxx.xxx
tersedia soal-soal UAN dan pembahasannya

ZeAL wrote:

Maap, yaa.. mbak lilia..

Disini ndak nerima iklan..
Harap maklum..

Add Comment

This item is closed, it's not possible to add new comments to it or to vote on it