Gue nonton film ini cuma lucu2an campur nekad, setelah tau kalo pemeran utamanya adalah si Dewi Persik sang janda kembang 7 rupa. Jadi dengan persiapan fisik dan spiritual yang memadai, gue sama sekali gak kejang2 disertai busa keluar dari mulut gue walau film baru setengah berjalan. Jadi buat yang pengen nonton dan bukan die hard fans nya si Dewi Persik, silahkan kencangkan ikan pinggang anda karena this is gonna be a wild ride!
Entah apa yang bikin si Dewi Persik kesurupan dan nekad main film. Gue rasa sih dia kesepian karena menjanda dan berusaha mengiklankan dirinya sendiri; "Hey, it's me! I'm available! I'm so sexy!". Dan entah kenapa, pesan yang gue tangkep malah; "Hey, it's me! I'm do-able! I'm so horny!". Tapi itu mungkin cuma pikiran gue dan puluhan laki2 normal & cewe lesbi di bioskop ini...
Film dibuka dengan adegan si Dewi Persik lagi kencing di tengah kuburan. Dan yang gue maksud kencing itu adalah mengangkat roknya setinggi nyaris melewati pantat dan berjongkok. Sayup2 bahkan bisa terdengar suara mesin jet pump.. Sexy, maybe.. Disgusting, absolutely..
Yang gue bener2 gak tahan pengen nampar si Dewi Persik adalah gaya jalannya yang kayak bebek nungging. Dadanya di busung-busungkan secara sengaja, pantatnya di mundur2kan, tangannya agak kebelakang akibat busungan dada yang over.. Dan itu semua bikin cara berjalannya jadi aneh, seakan salah satu korban sodomi Robot Gedek.
Ceritanya biasa aja.. Si Tiren ini punya pacar yang ketauan selingkuh. Saat proses pergi- dari- rumah- karena- shock- liat- pacarnya- having- sex- dengan- cewek- lain, dia jatuh dari tangga gara2 kesalahannya sendiri.. Entah karena kepleset, atau kesandung sesuatu.. Gue rasa dia kepleset karena gaya jalannya yang gak seimbang, jadi gak cocok buat lari.. Jatuh dan terbentur dan mati.. Secara teknis dia mati karena salahnya sendiri dan bukan dibunuh. Kemudian saat dikubur, bapaknya sengaja tidak melepaskan tali pocongnya biar dia bisa bales dendam. Gimana akhir ceritanya? SIlahkan nonton sendiri kalo berani...
Sebenarnya ini bukan film horor.. tapi lebih condong ke film komedi.. Para pemeran tukang ojek sableng, benar2 mencuri perhatian di film ini.. Dialog dan kelakuan yang lucu, malah mendominasi seluruh film. Secara visualisasi bakal banyak adegan yang memunculkan paha, clivage dan sejenisnya.. Cocok banget buat para anggota Indonesian Premium Pervert Club.
Soal sound gak ada masalah, cukup jelas terdengar. Tapi seinget gue sama sekali gak ada musik pengiring. Visualisasi dan teknik pengambilan gambar bener2 standar, sinetron abiezzz..
To sum up.. Film TIREN: Mati Kemaren bener2 film komedi dengan bumbu horor dan bukan sebaliknya. Cara jalan si Dewi Persik, cerita dagelan, dialog yang lucu (Walau gue ngerasa gak ada script di film ini), citarasa sinetron yang suka muncul.. Semuanya bikin lucu dan sama sekali gak serem. Semua itu gue kasih 2 bintang dari 5 bintang. sebenernya film ini gue kasih -1 bintang, tapi dapet tambahan 3 bintang untuk komedi yang sangat menghibur.
Film ini cocok untuk:
- Die hard fansnya si Dewi Persik.
- Lagi2 para anggota dan calon anggota Indonesian Premium Pervert Club.
- Pengen nonton film horor tapi penakut.
- Pengen liat cara jalan si Dewi Persik yang rada nungging.
- Penggemar sinetron.
![]()
Total Votes: 1 - Rating: 5.00
Previous Posts
- Review: Pulau Hantu 2 (2 comments)
- I'm No Superman... (8 comments)
- Ngibul.. Ngibul.. Ngibul.. (9 comments)
- Review: Coblos Cinta (4 comments)
- Review: Kereta Hantu Manggarai (7 comments)
Be Notified On New Comment
Click here to manage subscriptionComments
No comments yet
