Biar afdol, kayaknya kurang pas kalo gak menyebutkan orang-orang yang sudah mendukung gue sampe gue bisa disini. Hmmm… coba bayangkan gue pake jas warna hitam, berdasi kupu-kupu hitam, kemeja putih motif kembang-kembang, celana pantai setengah lutut warna hijau agar senada dengan warna jas-nya, sandal gunung dengan kaos kaki warna merah yang salah satu karetnya udah kendor. Berjalan keatas podium dengan gagah, diiringi tepuk tangan, tepuk pramuka dan tepuk sebelah tangan para undangan. Lemparan bunga mawar merah, kembang melati, kembang tujuh rupa lengkap dengan dupa-nya mengiringi gue untuk menerima surat keputusan kalo gue dapet beasiswa didalam amplop coklat. Selesai cipika-cipiki dengan si pembawa acara, gue mulai pidato:
Menilik kebelakang, mengingat kembali masa-masa SMP dan SMA dimana saya belajar untuk mencontek dan bolos sekolah. Juga semasa kuliah S1 saya yang sangat inovatif memperkenalkan sistem absen ninja, dimana tanda tangan absen bisa muncul tanpa ada orangnya, telah memberi saya semangat untuk mengikuti program S2. Siapa yang akan mengira dari otak saya yang ada di dengkul akan menciptakan inovasi baru, misalnya sistem menghambat dosen dengan membocorkan ban secara wireless. Atau bahkan mungkin sikap kencing baru dengan gaya ngesot.
Sang kusir yang duduk dimuka sambil mengendali kuda pernah berkata; “Innovation is beyond your imagination”, dan saya percaya itu. Untuk itu, sebuah kebanggan bagi saya dapat menerima surat keputusan ini, walaupun saya masih mengharapkan bentuk berupa uang.
Ucapan terimakasih kepada Tuhan YME, yang telah memberi hambamu ini kemampuan untuk mengerjakan soal ujian, kenampanan yang tak terbatas, body yang sexy dan kesempatan untuk belajar kencing gaya ngesot di UNDIP.
Ucapan berjuta terimakasih kepada kedua orang tua ku yang telah meyakini kemampuanku, mengakui kenampananku dan tidak menukar diriku dengan abu gosok ketika aku lahir.
Kepada kerabat di kantor yang telah memberi pencerahan untuk kabur dari kantor kalo ternyata tidak diijinkan berangkat ke UNDIP. Hanya kalian yang memberi kesan keren kalo ada PNS yang kabur dari kantor. (PNS Renegade; pake kaos singlet dengan bulu ketek melambai mesra, mengendarai moge kuda lumping, bertekad membasmi buta huruf di muka bumi ini)
Yang tersayang sahabatku, tempat berkeluh kesah, pemberi semangat dan selalu menemaniku dalam perjalanan ini. Hai, cantik! You’re the best!
Teman dan sobat ku semua yang ada di Sabang sampai Marauke, dari Tanah Abang sampai Rawa Bangke. Sedikit banyak, kalian telah membentuk diriku seperti sekarang ini. Tarararengkyu…
Tak lupa kepada peserta ujian lain yang telah gagal; Terimakasih kalian telah mengalah dan memberikan saya kesempatan berharga ini.
Dan seluruh kerabat ku yang tak sempat ditulis karena punggung saya sudah mulai pegel dan pantatnya dingin gara2 ngetik di lantai.
Ucapan terimakasih tak terhingga untuk kalian semua…
Awalnya gue sama sekali gak kepikiran untuk kuliah S2. Mengingat butuh usaha yang besar cuma untuk lulus S1 membuat gue pesimis untuk bisa dan mampu S2. Tapi bagai ketiban bidadari kesandung dari kayangan, ternyata gue bisa juga kuliah S2. Dari dulu entah kenapa, sesuatu yang gue gak mau pada akhirnya gue malah dapet, dan yang dari awal gue pengen banget malah sampe sekarang gak dapat-dapet. Itulah misteri Ilahi.
PS: Gue dari dulu gak mau jadi pejabat, loh.. khukhukhukhu… **ketawa sambil ngeden**
![]()
Total Votes: 3 - Rating: 3.33
Previous Posts
- Sabar Ngeh, Mas & Mbakyu... (8 comments)
- Review: D.O. Drop Out (9 comments)
- Diet Internet Kampret (11 comments)
- Review: 40 Hari Bangkitnya Pocong (16 comments)
- Isep yang kuat..!!! Iseeeeeeep....!!! (23 comments)
Be Notified On New Comment
Click here to manage subscriptionComments
emyou wrote:
Pasti kalimat di bagian P.S itu sengaja dibilang biar terjadi yang sebaliknya. Ngaku!!!
*pose mata mendelik ala tokoh antagonis sinetron*
Ya uda belajar yang rajin. Ga semua orang dapet kesempatan belajar sampai tingkat yang kayak kamu jalanin.
*lirik-lirik Priska*
Rencana kita merombak kebiasaan standar dalam ritual itu jadi kan??hehehheh....
ZeAL wrote:
Enggak kok.. Aku emang beneran gak mau jadi pejabat kok.. bener.. suwer.. belah dadaku jika kau ingin tau..
Siap, laksanakan! Saya akan belajar dengan sungguh2, seperti saya dengan sungguh2 nonton bokep...
Hayooo.. ritual apaan yaaaa? Apakah ada hubungannya dengan ritual pengorbanan manusia?
bubba wrote:
rumah saja lho, kok pake perencanaan segala sih?
ZeAL wrote:
Ya kudu pake perencanaan donk.. Kalo gak direncanakan, ntar bisa ada dapur di dalem wc.. Kayaknya kurang sedap kalo masak sambil boker.. haha..
ayet wrote:
yakin orangtua lo bnr2 ga berniat nuker lo dgn abu gosok?
sp tau mrk DID try, cm ga ada yg bersedia tukeran... hehe
ZeAL wrote:
ya, anda benar.. ortu saya gagal.. haha..