You are currently viewing archives for May 2008
Walau sudah berkali-kali mengalami kerusakan otak akibat nonton film horor Indonesia, tapi entah kenapa gue tetep nekat nonton juga. Mungkin gue sudah di brainwash secara tidak sadar melalui iklan2 di TV, majalah, celana kolor dan media lainnya. Dan gue mengalami “bencana” waktu nonton film Kereta Hantu Manggarai.
Pertama kali gue denger judulnya dan liat trailernya, gue bener2 tergoda untuk nonton. Diluar masalah brainwash, gue merasa; “wah, ini dia film yang ‘agak’ beda”. Gue bosen dengan film horor yang selalu bersetingkan rumah (walau sempet juga setingnya ambulan tapi gue gak pengen nonton).
Seperti biasa, kalo pengen nonton film Indonesia yang rawan kecelakaan, gue nonton di bioskop yang tiketnya murah, yaitu Plaza Kalibata. Sebab walau nonton di bioskop yang mahal dengan fasilitas digital, surround sound dan sebagainya, semua itu gak akan terpakai oleh film Indonesia. Sayang khan?
Read More »Berhubung kuliah gue lagi libur dan posisi gue dah kembali ke Jakarta, akhirnya gue ngacir untuk nonton Tarix Jabrix. Awalnya gue kira ini tentang film yang isinya rambut jabrik yang ditarik-tarik. Ternyata gue salah (ya, iyalah!). Bercerita tentang geng motor yang lagi banyak merebak, terutama di Bandung. Nah, para tokoh2 ini diceritakan cuma punya motor butut. Tapi dengan semangat tinggi dan tidak ada geng motor yang mau menerima, akhrinya mereka membentuk geng motor sendiri. Dengan 5 anggotanya tapi cuma 4 motor, karena yang 1 gak bisa nyetir motor, mereka berusaha menjadi geng motor yang disegani karena motto mereka yang selalu mentaati peraturan lalu lintas dan hormat kepada orang tua. Gue pikir kalo ditambahin motto “rajin menabung” tentu anggota mereka akan lebih banyak lagi.
Read More »Kebetulan, program S2 yang gue ikutin saat ini bentuknya adalah modular. Jadi mata kuliah yang seharusnya selesai dalam 1 semester, dipadatkan dan dimampatkan jadi bisa selesai dalam waktu 1 bulan. Jadi 1 bulan kuliah, 2 bulan kerja, 1 bulan kuliah, 2 bulan nyangkul.. dst.. dst.. Enak sih, jadi gak terlalu jenuh.. Tapi konsekunsinya, gue dalam 1 bulan ini kudu masuk kelas jam 7.30 pagi dan selesai kuliah jam 6.30 sore.Belum lagi kalo ada tugas nulis paper. Dan itu terus berlangsung dari hari senin sampe sabtu. Dan hari minggu dipake buat tidur total. Capek? Jelas!
Konsentrasi jurusan yang gue ambil adalah Perencanaan & Pengembangan Perumahan dan Permukiman. Dari 19 orang yang ada di kelas, gue satu2nya orang yang background pendidikan S1-nya super duper sangat tidak klop. Yang lain kebanyakan dari arsitektur, sipil dan planologi. Gue? Teknik Informatika! Jadilah gue dipanggil mahasiswa kesasar.
Read More »
Biar afdol, kayaknya kurang pas kalo gak menyebutkan orang-orang yang sudah mendukung gue sampe gue bisa disini. Hmmm… coba bayangkan gue pake jas warna hitam, berdasi kupu-kupu hitam, kemeja putih motif kembang-kembang, celana pantai setengah lutut warna hijau agar senada dengan warna jas-nya, sandal gunung dengan kaos kaki warna merah yang salah satu karetnya udah kendor. Berjalan keatas podium dengan gagah, diiringi tepuk tangan, tepuk pramuka dan tepuk sebelah tangan para undangan. Lemparan bunga mawar merah, kembang melati, kembang tujuh rupa lengkap dengan dupa-nya mengiringi gue untuk menerima surat keputusan kalo gue dapet beasiswa didalam amplop coklat. Selesai cipika-cipiki dengan si pembawa acara, gue mulai pidato:
Read More »
